| TribrataNews |
JAKARTA, SUARAPUBLISH — Pergantian pimpinan Polri dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan kepolisian dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Pegiat Yayasan Kekal Berdikari sekaligus Wakil Sekjen Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI), Jan Prince Permata, mengatakan kepemimpinan baru Polri tidak hanya menghadapi tantangan untuk memperkuat institusi, tetapi juga memastikan penggunaan kewenangan kepolisian berjalan dalam sistem demokrasi.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Komisi III DPR RI menyetujui Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru melalui proses uji kelayakan dan kepatutan.
Menurut Jan Prince, gagasan “Polisi Bersama Masyarakat” yang disampaikan Suyudi dalam uji kelayakan dapat menjadi bagian dari arah transformasi kepolisian.
Ia juga menilai keberlanjutan pembenahan kelembagaan penting dilakukan agar program dan nilai yang telah dibangun sebelumnya dapat menjadi bagian dari sistem serta budaya kerja Polri.
Jan Prince turut menyinggung hasil survei Litbang Kompas periode April 2026 yang dalam rilis tersebut disebut menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri sebesar 82,4 persen.
Namun, ia menekankan bahwa penggunaan kewenangan kepolisian tetap perlu disertai hukum, akuntabilitas, pengawasan publik, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia.
Sumber: TribrataNews













