JAKARTA, SuaraPublish.media – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus memperhatikan kebutuhan energi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Nezar saat memberikan pidato utama dalam acara Digital Infrastructure Summit 2026 di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta Pusat, Senin (12/10/2026).
Menurut Nezar, pengembangan infrastruktur AI tidak cukup hanya dengan meningkatkan kapasitas komputasi. Ketersediaan energi, konektivitas, dan pemanfaatan teknologi secara tepat juga diperlukan agar infrastruktur tersebut dapat digunakan secara efisien.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI turut meningkatkan kebutuhan listrik dan air untuk mendukung proses komputasi. Dalam keterangannya, Nezar menyebut satu perintah atau prompt pada platform AI generatif membutuhkan energi sekitar 0,24 hingga 3 watt-jam (Wh).
Karena itu, kesiapan infrastruktur energi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan industri AI di Indonesia.
Nezar juga memaparkan empat unsur utama yang perlu dikembangkan secara terintegrasi, yaitu komputasi, energi, konektivitas, dan adopsi teknologi. Pengembangan tersebut mencakup penyediaan pusat data yang andal, tata kelola data yang jelas, serta penguatan jaringan serat optik, kabel laut, dan jaringan seluler.
Selain mendukung perkembangan industri teknologi, pemanfaatan AI diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Teknologi tersebut berpotensi membantu meningkatkan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mendukung tenaga medis dalam proses diagnosis, serta membantu petani memanfaatkan informasi cuaca untuk menentukan waktu tanam, pemupukan, dan panen.
Nezar turut menyoroti potensi mineral Indonesia, seperti nikel, timah, tembaga, bauksit, dan pasir silika, yang dapat mendukung pengembangan industri semikonduktor serta komponen teknologi. Menurutnya, potensi sumber daya tersebut perlu didukung dengan kesiapan energi, kemampuan komputasi, dan pengembangan sumber daya manusia agar dapat meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital terus mendorong penguatan tata kelola AI melalui penyusunan peta jalan nasional, pemerataan konektivitas, pembukaan investasi infrastruktur digital, pengembangan talenta, serta kerja sama internasional.
Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem teknologi nasional yang berdaya saing dan inklusif, sekaligus membuka peluang pengembangan industri serta lapangan kerja baru.
Informasi ini dirangkum berdasarkan Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Digital Nomor 208/HM-KKD/10/2026 yang diterbitkan pada Senin, 12 Oktober 2026.










